Satu Sepatu untuk Satu Anak Indonesia

Banyak keinginan saya yang belum terlaksana adalah membuat program-program sosial yang bisa mengajak masyarakat sekitar juga turut ambil bagian dalam kegiatan sosial tersebut.

Program “Sepatu Sekolah”

Program pertama yang ingin saya perjuangkan adalah “Program Sepatu Sekolah”, dimana ide awal dari konsep ini saya temukan banyak anak-anak sekolah, terutama anak SD (Sekolah Dasar) yang selain prasarana tempat sekolahnya tidak memadai juga kebanyakan mereka bersekolah hanya dengan ‘ceker ayam’ atau tanpa alas kaki/sepatu.

Bahkan cerita anak-anak dari Dusun Jambean, Desa Sidorejo, Kabupaten Purworejo yang terpencil kebanyakan tidak memakai sepatu untuk berjalan kaki menempuh jarak sekitar 1,5 KM untuk sampai ke sekolah mereka.

Ini pun berdasarkan pengalaman saya sewaktu kecil – beruntungnya saya berasal dari keluarga yang cukup mampu yang bisa membelikan saya sepatu sekolah – tapi ada beberapa teman saya yang ke sekolah memakai sepatu yang penuh tambalan, bahkan ada yang tidak mau masuk sekolah karena minder tidak ada sepatu.

“Satu Sepatu untuk Satu Anak Indonesia”

Program “Sepatu Nasional”

Saya mulai ide ini dengan membuat program yang kita namakan “Satu Sepatu untuk Satu Anak Indonesia”. Dengan mengajak sentral-sentral pembuatan sepatu lokal/nasional untuk turut ambil bagian. Disatu sisi perusahaan/pabrik maupun pembuatan sepatu skala kecil/rumahan turut membantu program pemerintah daerah, menciptakan rasa kebersamaan sosial dan juga mendapatkan keuntungan dari kerjasama ini.

Pemerintah Daerah/Pemda melakukan penyuluhan, pelatihan dan membeli sepatu-sepatu hasil buatan lokal dengan kualitas yang terjaga untuk program ini. Dan untuk skala nasional sepatu buatan lokal dari masing-masing daerah diberi nama “Sepatu Nasional”. Program ini pun akan memberi nilai tambah bagi kemakmuran dan lapangan kerja bagi pabrik sepatu nasional, baik skala besar maupun kecil/rumahan, dan membangkitkan akan rasa kecintaan bagi produk buatan dalam negeri.

Program “Sepatu Nasional” ini dijalankan untuk menarik simpati masyarakat dan turut terjun dalam memberikan andil sosial bagi sesama. Rasa sosial yang ingin ditanamkan dalam program ini adalah mengikis kecemburuan sosial didalam hidup bermasyarakat dan bangsa Indonesia. Dan itu bisa dimulai dari skala kecil ini yang merupakan jabaran dari Pancasila sila ke-5 ‘Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia’.

Menggerakkan Potensi Rasa Kebersamaan Sosial

Program ini bisa disebut program Aksi Sosial. Mengajak tiap-tiap individu masyarakat untuk tergerak hatinya membantu anak-anak Indonesia yang kurang beruntung dengan sedikit memberikan berkatnya berupa sumbangan ke program tersebut. Program ini berlaku seperti program orang tua asuh, hanya masyarakat yang ingin turut bagian dengan menyumbangkan uangnya untuk dibelikan “Sepatu Nasional” yang akan disalurkan ke setiap pelosok-pelosok daerah yang anak-anaknya membutuhkan sepatu sekolah.

Andaikan, “Sepatu Nasional” yang telah dibeli Pemda dari pemasok lokal, harganya telah disubsidi, dipatok seharga Rp. 50.000,/persepatu sekolah. Masyarakat bisa berkomitmen memberikan sumbangannya berupa satu pasang sepatu atau kelipatannya. Misalnya dengan sumbangan Rp. 150.000,- ini berarti untuk tiga pasang sepatu.

Mari dengan program “Sepatu Nasional: Satu Sepatu untuk Satu Anak Indonesia ” ini kita membangkitkan kembali kesetiakawanan sosial dan rasa kebersamaan yang merupakan potensi komitmen bersama dan sebagai jati diri bangsa kita yang tercinta ini, Indonesia.

Irwin Permata
irwinaddict@yahoo.com

Berbagi Karunia

“Adalah lebih baik untuk memberi,” demikian bunyi pepatah lama. Tetapi, kadang kita melakukannya dengan pelit. Dari banyak talenta yang telah kita terima, kita bisa menimba banyak darinya, sebagaimana layaknya dari sumur, sehingga orang lain bisa mengecap esensi dari jati diri kita.

Kita menemukan banyak hambatan di sepanjang perjalanan kita menuju ketulusan hati, diantaranya, ketakutan, perasaan tidak pantas, dan apati – batu-batu sandungan yang menghambat Anda untuk berbagi diri dengan kasih.

Namun, disamping rintangan-rintangan tersebut, cobalah dengan bebas menjangkau orang-orang lain, bagikan karunia Anda secara tulus, karena dengan memberi, kita menerima.

dari buku “Finding Ur Place in the Universe”

Funky but Holy

Judul diatas gw dapet di grup BBM yang gw ikutin, dan salah satu temen gw si Lena menulis begini:

“Tengah malam bicara tentang menjelang pagi, hidup kita juga seperti itu masih mau tetap pijak dimasa lalu atau milih melangkah ke depan? Apapun masa lalu kita, bad record, tapi musim baru akan segera datang ke hidup kita, org yang selalu menoleh kebelakang tidak bisa pijak ke tanah perjanjian, biar hari baru ini ada NEW, new heart, new spirit, new hope, Tuhan tidak tertarik pada hasil tapi lebih ke prosesnya, aku berdoa buat teman-teman KD (KELUARGA DAMAI – grup yg gw ikutin) pertetapkan hati dan bangkit dari semua kelemahan, tatkala engkau bangkit maka kuasa Tuhan akan mengurapi engkau, kita Funky but Holy ya 🙂 Yesus luv u all.”

Dan ditambahkan:
“Funky but holy sebab Tuhan bukan berurusan dgn kekudusan bgn luar, tp dgn kekudusan bgn dalam (hati dan pikiran) krn apa yg keluar itu selalu berasal dari apa yg didalam.” 🙂

Sedikit gw mo nambahin, ato mo curhat sekalian hahahaha… krn manusia, kita dan gw juga sangat badani dan meliat org sekeliling kita dari tampilan luar dan apa lagi ditambah dengan tutur kata yg halus dan mendayu-dayu, secara reflek kita menyanjung… tp dalam proses idup dan suatu pekerjaan / hal nol besar.. ga semua kok… ada yg org emg idupnya luar dalam sangat diberkati dan dikarunia kebijaksanaan. Kembali dari semua itu tidak ada manusia yg perfect dan kita sesama saling membutuhkan satu sama lain, apa lagi dalam himpunan suatu organisasi, perkumpulan suatu mudika, lingkungan gereja, komsel, kelompok pertemenan dll… hanya kerendahan hatilah yg bisa membawa kita menyadari bahwa semua dari kita masing2 saling membutuhkan dan bukan suatu kebetulan bahwa kita dipertemukan oleh Tuhan, everything have a reason…

Happy Sunday, guys!

Berbicaralah kepada Jesus di dalam doa

Berterimakasihlah kepada Jesus untuk segala yang baik di dalam hidup ini. Pujilah Dia untuk segala hal yang sudah dilakukanNya bagi kita dan untuk keselamatan jiwa kita. Berdoalah untuk segala hal yang kita butuhkan. Berdoalah didalam nama Tuhan Jesus.

“… Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya.” – Yohanes 5:24

“… Hendaklah kamu… saling mendoakan…” -Yakobus 5:16

“… Berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” -Matius 5:44