Pintu Hati

Hai… pernahkah kalian bermimpi dengan Jesus? Semalam gw bermimpi ini “Tuhan tau semua keluh kesahmu, segala permasalahanmu, tapi Tuhan memberi kita kebebasan bertindak dan berpikir, Dia selalu menunggu kita ‘membuka pintu hati’ kita agar dia bisa ‘masuk’.” Dan semalam pesan itu sangat membekas sampai gw bangun dan selesai mandi. Dan pesan satu lagi ialah; Jangan mengabaikan suara hatimu, suara hati bisa dari Roh Kudus yg berbicara buat kamu, dan bila ada saatnya kamu merasa tidak tenang dan ingin berdoa, berdoalah, jangan tunda-tunda. Datang kepadaNya dan berbicaralah. Bila saat ini kamu merasa cemas akan pekerjaan kalian, deadline klien, target yang belum tercapai, merasa usaha mandek, kehilangan pekerjaan, kehilangan kekasih, masih adanya luka batin terhadap seseorang, dan apapun juga yang membuat kamu tidak ‘nyaman’ dengan idupmu, segeralah curhat kepada Bapa, Dia yang sumber kelegaan, permasalahan akan selalu datang silih berganti, tapi kelegaan dari kecemasanmu itu hanyalah Tuhan.

Pertama kali gw ‘berjumpa’ Jesus melalu mimpi sangat menyejukan, melebihi pertemuan antar dua kekasih yang bertemu kembali setelah terpisah 10 tahun! Rasa senang, bahagia, terharu bercampur menjadi satu. Bahkan itu hanya dalam mimpi, bayangkan bila nanti kita disambut sendiri olehNya kelak. Dalam mimpi gw itu, Jesus memimpin Misa disuatu gereja, dan Dia sendiri melakukan perjamuan kudus. Dan sampai sekarang mimpi itu selalu teringat.

Ada sewaktu juga gw  protes kepada Tuhan akan idup gw. Gw kecewa, marah dan merasa depresi akan tekanan idup, usaha dan cinta. Sebelum tidur biasanya gw berdoa dengan tenang, tapi malam itu gw tidur tanpa doa. Dan gw diberi mimpi begini, gw ditengah kegelapan dengan perasaan penuh kecewa, marah, putus asa, tiba-tiba ada suara yang berbicara kepadaku, hanya suara tanpa ada siapa2 hanya gelap. Suara itu mengatakan: “Jangan khawatir akan masa depanmu. “Titik. Cuman itu. Tapi sungguh memberiku kelegaan dan juga merasa sedih, karena pada saat itu gw bener2 protes pada Tuhan dengan cara yang tidak adil, tidak mau berdoa, tidak mau membaca firman lagi, tak kegereja ampir 2 bulan sepertinya ;p dan bukan sekali mimpi itu datang, dua kali gw bermimpi dengan hal yang sama, suaranya sungguh indah dan bijaksana, memberi kelegaan sekaligus mengobatin rasa rindu.

Perjalanan iman gw naek turun guys… hehehehe… ada saatnya gw sungguh kyusuk dan ada saatnya menjadi anak pemberontak 😀

Dan ada kejadian lagi saatnya gw menjadi anak pemberontak. Gw diberi mimpi lagi. Dalam mimpi itu gw seperti lost, keilangan pegangan, tak tau arah jalan yang ingin gw tuju. Gw muter2 kota, dan dalam mimpi itu kota yang gw jelajahi seperti kota di Israel ato Jerusalem, ada gurunnya, rumah2 penduduk yang agak rapat, tanpa cat apapun hanya berwarna krem kecoklatan, penuh debu pasir bertebangan. Dan sekali lagi dalam mimpiku itu muncul suara yang menuntunku kesuatu tempat. Dan saat gw nyampe pada tempat itu, aku berjumpa dengan seorang lelaki yang tua, dia menitip pesan kepadaku, kira-kira seperti ini pesannya; “Anakku, kamu banyak mengalami kepedihan dan dalam idupmu, sembuhkan luka batinmu, berikan kelepasan dan berdoa. “

Dan gw terbangun, gw kaget, terharu dan menangis. Sapa gw ya Tuhan, Engkau datang, memberiku semangat, Engkau tak sedikitpun membiarkan aku sendiri, Engkau datang menghampiriku, bersabar menunggu diriku ‘membuka hati’ dan membiarkan tanganMu bekerja dalam diriku, tp terkadang aku menolakMu, membiarkanMu diluar, walo begitu Engkau tetap setia sampai aku membuka pintu dan kembali kepelukanmu. Maafin aku yang Bapa telah membuatMu sedih dan mengecewakanMu…