Satu Lembar Kertas yang Mengubah Hidupku


Kita semua pernah menghadapi kesulitan, itulah proses kehidupan. Semua orang pasti pernah gagal, pernah melakukan kesalahan, pernah melakukan hal-hal yang bodoh. Semua orang pernah jatuh. Tidak peduli seberapa keras kita mencoba, hal-hal seperti itu bisa saja terjadi dalam kehidupan kita. Untuk menjalani kehidupan ini kita harus memiliki jiwa besar untuk berani bangkit lagi saat kita jatuh ataupun gagal. Ingatlah bahwa kita mempunyai Tuhan yang lebih besar dari segala macam permasalahan dalam hidup ini. Hidup merupakan suatu perjuangan yang panjang dan membutuhkan sikap yang tidak kenal menyerah, dalam segala hal apapun.

“Banyaklah rancangan di hati manusia tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.”
(Amsal 19:21). Ketika aku mengalami depresi, hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemauan, ketika pulang dari kantor dan dikamar saat aku menenangkan diri, hati pun tergerak untuk membuka Alkitab dan ayat Amsal diatas berbicara atas segala ambisi-ambisiku, aku tersadar dan mengakui bahwa kita sebagai manusia boleh berencana tapi kehendak Tuhanlah yang terjadi.

Di dalam menghadapi kesulitan dan penderitaan sebaiknya kita tidak perlu menyalahkan diri sendiri atau orang lain. Sebaliknya kita harus membangkitkan kembali semangat. “Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.” (Amsal 24:16)
Salib Kehidupan
Tujuan dari sebuah masalah ialah supaya kita belajar, belajar dan belajar. Jangan pernah menyerah!

Pengalaman hidup merupakan pengalaman yang tak ternilai harganya, karena Tuhan sendirilah “Guru” kehidupan kita. Seseorang tidak akan pernah mengerti mengampuni bila tidak pernah mengalami kesedihan atau kemalangan. Dan Seseorang tidak akan pernah mengalami mukjizat yang nyata bila tidak ada masalah yang menurut kita besar. “Jangan berdoa untuk hidup yang lebih mudah. Tetapi berdoalah untuk menjadi lebih kuat.”

Masalah menjadi sesuatu yang berharga ketika kita melihatnya sebagai sebuah tantangan dan bukan menjadikannya penghalang. Salah satu cara terbaik untuk membangkitkan kembali semangat kita adalah dengan mengingat kembali apa yang telah Tuhan perbuat di masa lalu.

Kadang-kadang kita tidak bisa mempercayai Tuhan pada saat kita sedang menghadapi sebuah masalah, kesedihan ataupun kehilangan seseorang yang kita sayangi. Mengapa Tuhan meninggalkanku?! Mengapa harus aku yang mengalami masalah ini?! Tuhan tidak adil! Dan banyak lagi keluh kesah yang kita lontarkan saat mengalami masalah.

Aku sendiri mengalami juga saat-saat marah, dan protes kepada Tuhan akan apa yang aku hadapi saat masalah bertubi-tubi datang dalam hidup ini. Keinginan untuk kabur dari masalah pun selalu datang dan berusaha mengganggu hubungan yang terjalin antara aku dan Tuhan.

Tetapi, cobalah lihat kembali yang telah dibuat Tuhan saat kita mengalami masalah sebelumnya, pada pertolongan demi pertolongan yang telah diperbuat buat kita.

Dan percayalah setiap kita keluar dari jerat masalah kita akan semakin kuat, dan semakin dipakai untuk menjadi berkat bagi banyak orang.

Janganlah melihat apa yang tidak kita miliki sekarang, jangan melihat kekurangan kita. Tetapi percayailah kemurahan Tuhan dan lihatlah berkat-Nya yang melimpah atas hidup kita ini.

Jika saat kita mengalami masalah, sakit, kehilangan, putus cinta dan persoalan apapun itu, ketimbang berpikir dan berkata yang negatif dan memprotes pada Tuhan, lebih baik bangkitkanlah semangat dan iman kita dengan berdoa sambil mengingat pertolongan yang pernah Tuhan perbuat selama kita hidup dan harapkanlah kemurahan-Nya bekerja di dalam hidup kita.

Bukankah untuk itu kita hidup? untuk melihat kenyataan bahwa di dunia ini yang paling mengerti perasaan dan menerima diri kita apa adanya hanyalah Tuhan. Tuhan selalu membuka tangan-Nya lebar-lebar untuk memberi rasa aman, kapanpun kita membutuhkannya.
berdoalah slalu
Percayalah Tuhan tak kurang sayang akan anak-anaknya, dan kitalah anak-anak yang disayangi Tuhan. Tuhan bekerja dengan sangat ajaib dan tak terpikirkan oleh daya pikir kita sebagai manusia. Teringat pertama kali pengalaman mengikuti Retreat Penyembuhan di lembah Karmel, Cikanyere. Saat itu bener-bener mengalami arti dari jamahan Tuhan dan kuasa-Nya yang besar. Sebelum mengikuti retreat tersebut usaha lagi mengalami banyak masalah, utang piutang, klien yang tak mau bayar, percecokan antar rekan kerja, kesehatan yang tidak baik dengan adanya penyakit darah tinggi dan kolesterol tinggi. Dan sekali lagi Tuhan berkerja dengan sangat ajaib, Dia mengirimkan selembar kertas berisi info retreat melalui sahabatku. Satu lembar kertas yang mengubah kehidupanku selanjutnya. “Dari dalam gelap akan terbit terang!”

Sungguh Tuhan tidak menjanjikan masalah yang kita hadapi akan segera selesai dan menemukan solusinya. Tapi dari semua itu Tuhan memberikan damai sejahtera yang melebihi segala apapun yang kita ingini di dunia ini. Aku pun begitu, setelah pulang dari retreat dengan hati yang damai, dan yakin akan segala masalah yang saat itu terjadi Tuhan telah selesaikan dan memberikan rencana yang indah di depan.

Pelan-pelan Tuhan membimbing hidupku, mulai dari aktif di gereja, dan ikut beberapa kegiatan sosial gereja, mempertemukan kepada komunitas-komunitas rohani, dan mengajarkanku akan arti sebenarnya kehidupan ini. Iya satu lembar kertas telah membuat hidupku sangat berarti.

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28)

Jika kita mudah putus asa dan menyerah kalah ketika mengalami kegagalan, seharusnya kita malu dengan beberapa binatang berikut ini. Coba lihat laba-laba membuat jaring, lalu cobalah merusak jaring laba-laba tersebut. Dengan segera laba-laba itu akan membuat kembali jaring yang telah rusak tersebut. Hancurkanlah rumah semut yang mereka bangun dengan penuh usaha, dan dalam waktu yang tidak lama mereka akan membangunnya kembali.

Tidak ada laba-laba yang putus asa ketika jaringnya rusak. Demikian juga tidak ada semut yang trauma untuk membangun kembali ketika rumah yang dibangunnya hancur. Jika binatang-binatang seperti itu saja memiliki “Jiwa Besar” untuk membangun kembali apa yang rusak, bagaimana mungkin kita sebagai makhluk Tuhan justru mudah putus asa dan menyerah kalah ketika mengalami kegagalan dalam hidup? Orang yang sukses selalu memiliki jiwa besar. Orang sukses tidak begitu ambil pusing dengan kegagalan yang terjadi. Cara berpikir mereka sederhana coba saja lagi, terus dan terus mencoba. Kegagalan bukan untuk membuat kita berhenti, kegagalan seharusnya membuat kita semakin keras untuk mencobanya lagi. Belajarlah dari laba-laba ataupun semut ketika apa yang sedang kita rintis menjadi hancur.

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar. Sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus 10:13)

GBU 🙂

………………………………………………………………………………………..

Post ini diikut sertakan dalam Writing Competition CIBFest 2009 :)
so, vote blog gue yaaaahh…. plz :D
Vote di: http://www.jawaban.com/news/cibfest/form_vote.php?blog_id=970
Trenkyuuuu…. :P

Iklan

6 pemikiran pada “Satu Lembar Kertas yang Mengubah Hidupku

  1. kalo Tuhan bisa memberikan begitu banyak masalah dalam hidup manusia, pastilah Tuhan juga memberikan begitu banyak solusi dan jalan keluar..
    krn masalah yg manusia hadapi, itulah proses untuk menjadikan manusia itu lebih kuat.
    dan masalah itu adalah sebagian kecil dari rencana Tuhan yang indah dalam hidup kita, masalah dtg bukan untuk menjatuhkan kt, melainkan membuat kt semakin naik, asal kt bs sadar akan kalimat “Indah Pada Waktunya” 😉

    GBU

    1. Apabila Tuhan memberikan begitu banyak masalah dalam hidup manusia, pastilah Tuhan juga sanggup memberikan solusi dan jalan keluar. Masalah itu adalah sebagian kecil dari rencana Tuhan dalam hidup kita. Masalah datang bukan untuk menjatuhkan, melainkan membuat kita semakin naik, disaat kita sadar akan kalimat ” Indah Pada Waktunya” 😉

      GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s